Konsep Dasar PAKEM   1 comment


PAKEM adalah sebuah istilah untuk menggambarkan sebuah proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, menyenangan. Disebut demikian karena pembelajaran ini dirancang agar mengaktifkan peserta didik, mengembangkan kreativitas sehingga proses pembelajaran efektif dan menyenangkan. Pembelajaran tersebut juga dikenal dengan nama PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL (Contextual Teaching and Learning).

Pembelajaran aktif maksudnya, dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga peserta didik aktif bertanya, mempertanyakan dan mengemukakan gagasan. Peran aktif dari peserta didik sangat penting dalam rangka pembentukan generasi yang kreatif, yang mampu menghasilkan sesuatu untuk kepentingan dirinya dan orang lain. Aktif di sini bersifat fisik maupun mental. Artinya aktif dalam mengemukakan penalaran (alasan), menemukan kaitan yang satu dengan yang lain, mengkomunikasikan ide/gagasan, mengemukakan bentuk representasi yang tepat dan menggunakan semua itu untuk memecahkan masalah.

Pembelajaran kreatif maksudnya, guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan peserta didik, juga siswa dapat menjadi kreatif dalam proses pembelajarannya. Artinya, siswa kreatif dalam memahami masalah, menemukan ide yang terkait, mempresentasikan dalam bentuk lain yang lebih mudah diterima, dan menemukan kesenjangan yang harus diisiuntuk memecahkan masalah.

Pembelajaran menyenangkan adalah suatu pembelajaran yang mempunyai suasana yang mengasyikkan sehinggaperhatian peserta didik terpusat secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (time on task) tinggi. Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar.
Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif. Maksudnya, tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai peserta didik (kompetensi) setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnyaseperti bermain, Jadi, efektif artinya menghasilkan apa yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran berlangsung sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan. Terdapat lima bagian penting dalam peningkatan efektivitas pembelajaran yaitu, perencanaan, komunikasi, pembelajaran itu sendiri, pengaturan dan evaluasi. Langkah peningkatan pembelajaran yang efektif yaitu, menyusun perencanaan pembelajaran, perumusan berbagai tujuan, pemaparan perencanaan pembelajaran, penggunaan berbagai strategi, mengelola kelas, penutupan proses pembelajaran, dan evaluasi yang akan memberikan feed back untuk perencanaan berikutnya.

Peran guru dalam pembelajaran PAKEM adalahsebagai fasilitator, motivator, dan pencipta suasana yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Guru aktif memantau kegiatan belajar siswa , memberi umpan balik, mengajukan pertanyaan yang menantang, mempertanyakan gagasan siswa. Di samping itu, guru harus kreatif, artinya guru dapat mengembangkan kegiatan yang menarik dan beragam, membuata alat bantu belajar, memanfaatkan lingkungan, mengelola kelas dan sumber belajar untuk mencapai hasil belajar yang diinginkan. Guru harus mengembangkansuatu proses pembelajaran yang efektif, yaitu pembelajaran yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran yaitu tercapainya kompetensi siswa. Pembelajaran menyengkan adalah kegiatan belajar yang menarik, menantang, meningkatkan motivasi peserta didik, mendapatkan pengalaman secara langsung, meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, serta tidak membuat peserta didik takut. Peserta didik senang belajar berarti mengkondisikan peserta didik untuk berani mencoba/berbuat, berani bertanya, berani mengemukakan pendapat/gagasan, berani mempertanyakan gagasan orang lain, sebagaimana empat pilar pendidikan yang dicanagkan UNESCO. Menurut UNESCO, pembelajaran harus berorientasi pada learning to know, learning to do, leraning to be, dan learning to live together.

Pembelajaran yang menyenangkan bukan semata-mata pembelajaran yang menjadikan siswa tertawa terbahak-bahak, malainkan sebuah pembelajaran yang di dalamnya terdapat kohesi yang kuat antara guru dan peserta dlam suasana yang sama sekali tidak ada tekanan baik fisik maupun psikologis.

CIRI-CIRI PAKEM
1. Peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara untuk membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi peserta didik.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yeng lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca”.
4. Guru menerapkan strategi pembelajaran yang lebih kooperatif dan interaktif termasuk cara belajar kelompok.
5. Guru mendorong pesrta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan pesrta didik dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

Sumber: Mohammad Syaifuddin.2008. Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta: Dirjen Dikti.

Posted Desember 12, 2009 by nisa bahagia in keGURUan

One response to “Konsep Dasar PAKEM

Subscribe to comments with RSS.

  1. Postingan yang bagus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: